| rdfs:comment
| - -Pertama-tama, terima kasih atas kerja kerasnya selama 15 tahun ini, Kishimoto-sensei. Kishimoto: Suatu kebanggaan bagiku. Itu seperti merasa sedikit kebebasan dalam menyelesaikan pekerjaan. Tapi saya masih sibuk dengan Pameran Naruto dan banyak wawancara, belum lagi film yang sedang saya kerjakan. Saya benar-benar berpikir saya akan memiliki lebih banyak waktu bebas [Tertawa]. Kishimoto: Yeah, memang. Entah bagaimana terlihat lebih cerah. Biru langit, kau tahu? [Tertawa] Kishimoto: Pada dasarnya aku juga begitu. Q: Apa yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar Naruto berakhir, Oda-sensei?
|
| abstract
| - -Pertama-tama, terima kasih atas kerja kerasnya selama 15 tahun ini, Kishimoto-sensei. Kishimoto: Suatu kebanggaan bagiku. Itu seperti merasa sedikit kebebasan dalam menyelesaikan pekerjaan. Tapi saya masih sibuk dengan Pameran Naruto dan banyak wawancara, belum lagi film yang sedang saya kerjakan. Saya benar-benar berpikir saya akan memiliki lebih banyak waktu bebas [Tertawa]. Kishimoto: Yeah, memang. Entah bagaimana terlihat lebih cerah. Biru langit, kau tahu? [Tertawa] Kishimoto: Semuanya berubah. Bahkan air terasa berbeda bagi saya sekarang (Tertawa). Tapi saya sedang mengerjakan naskah film dihari lain, dan saya pikir, hei, mungkin aku tidak bisa melakukan hal ini di kantor saya, jadi saya mencoba pergi berjalan-jalan, tapi saya tidak bisa membuat banyak kemajuan. Kishimoto: Setiap kali saya pergi ke luar, itu seperti semua toko ini berlomba-lomba untuk memperhatikan saya. Saat kulihat papan restauran aku berpikir, "hmm.. mungkin sebaiknya aku masuk dan mengeceknya." Atau dihari yang lain, saat aku pergi menonton film bersama anak-anakku, yang memang sangat menyenangkan, tapi setelah itu aku mengambil beberapa makanan dan keterusan mengobrol. Kishimoto: Pada dasarnya aku juga begitu. Q: Apa yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar Naruto berakhir, Oda-sensei? Kishimoto: "Setelah serialisasi, Aku mengirimkan pesan LINE kepada Oda. Tapi karena kami memang sering berkomunikasi, jadi itu bukanlah istimewa. Saya akan merasa memalukan jika saya membesar-besarkannya (Tertawa) -Judul halaman dari One Piece menjadi perbincangan saat dirilis bersamaan dengan chapter akhir Naruto di edisi ke-50 Weekly Shonen Jump di 2014. Disitu ada banyak sekali unsur karakter dan simbol dari Naruto. Kishimoto: "Wow sungguh?, aku tidak tahu soal itu." Kishimoto: Itu luar biasa. Pasti banyak sekali yang harus dikerjakan. - Jika kamu membaca huruf pertama pada setiap menu di dinding restoran, itu akan terbaca "Terima kasih atas kerja kerasnya, Naruto" dalam bahasa Jepang, benar? Kishimoto: "Yeah, semua orang kecuali aku. Saudaraku, (sesama Mangaka Kishimoto Seishi) menelepon saya dan berkata "Lihatlah menu di dinding di belakang mereka. Ada pesan tersembunyi," dan saat itulah saya akhirnya menyadarinya! [tertawa] -Sepertinya pembaca menyadarinya ketika mereka melihat tanda untuk "Arugula Salad" Kishimoto: "Dan sepertinya Naruto berada disitu memakan daging, kan? Sementara Luffy memakan ramen. Kishimoto: Juga, judul Chapter dari ONE PIECE (Chapter 766) adalah "Smile". Itu membuat tenggorokanku tercekat. Saya tahu banyak orang yang menikmati ilustrasi itu, tapi aku adalah orang yang paling bahagia dari semuanya. Kishimoto: Wow [Tertawa]. Saya pikir, setelah melihat judul halaman, aku agak berharap aku telah melakukannya melebihi diri saya sendiri. -Tapi Kamu (Kishimoto) menggambar simbol dari Kru Topi Jerami pada patung Hokage Naruto dalam Chapter terakhir, tidakkah kamu (Oda) tahu? Kishimoto: "Tenang saja [Tertawa]. Meskipun, saya pikir orang-orang akan membicarakannya." Kishimoto: Benar sekali. Kenyataanya adalah kita semua selalu bersama [Tertawa] -Kapan kalian berdua pertama kali bertemu? Kishimoto: Kapan ya... Saya pikir saat sebuah pesta Tahun Baru Jump, ketika saya masih jadi pemula Kishimoto: Kurasa begitu [tertawa]. Bahkan saat itu, ia membuat kesan yang besar bagi saya. Dia mengajarkan saya banyak. Kishimoto: Tidak, sungguhan . Anda memulai seri pertama Anda dua tahun sebelum saya, dan rasanya seperti bakat yang luar biasa ini telah muncul. Jadi pada awalnya saya memanggil Anda dengan "Oda-sensei," tapi Anda mengatakan kepada saya untuk berhenti melakukannya. Kishimoto: Tentu, kita bukan aktor atau artis atau apalah, tapi saya pikir siapa pun yang masuk ke bisnis (industri Manga) sebelum saya adalah orang terkenal [Tertawa]. Kishimoto: Aliran?[tertawa] Kishimoto: Jadi kamu ingin sebuah pertarungan, ya?[tertawa] Kishimoto: Kami tahu perjuangan satu sama lain dengan sangat baik. Kishimoto: Karena aku benar-benar paham [tertawa]. Tetapi aku tetap saja berpikir aku melakukannya dengan mudah. Oda selalu berada di atas, dan aku merasa seperti memiliki masalah-masalah unik dan kesulitan. Semua tekanan dan ketegangan akan membuatku memiliki penyakit ulcers. Kishimoto: Aku memperhatikan One Piece, tentu saja, itu adalah sesuatu yang harus kukalahkan. Aku sangat menyadarinya. Kishimoto: Sangat sulit.[tertawa] Kishimoto: Itulah letak perbedaan dimana kamu dan saya [Tertawa]. Tetapi aku benar-benar berusaha disepanjang seri agar tidak mirip dengan One Piece. Kishimoto: Benar. Kishimoto: Aku mengetahuinya. Bersambung Kategori:Wawancara
|